SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TAGANA KABUPATEN KARAWANG

Berita TERBARU

Atap GOR Disapu Angin Saat Pertandingan Basket

Bandung - Atap GOR Tri Lomba Juang yang berada di Jalan Pajajaran disapu angin puting beliung, Selasa (3/4/2012) siang. Saat kejadian, di lokasi tengah digelar pertandingan basket Turnamen Scorpio Cup.


Menurut panitia turnamen, Doni Sujana, saat kejadian ada tim yang sedang bertanding yakni tim putri SMAN 9 dan SMAN 5.

"Tapi kebetulan pas kejadian sedang istirahat, jadi tidak ada pemain yang terkena pecahan asbes (atap)," kata Doni saat ditemui di lokasi, Selasa (3/4/2012).

Menurutnya, hari ini merupakan babak semifinal dari turnamen tersebut. Harusnya, ada delapan pertandingan yang digelar. Namun baru empat pertandingan yang selesai dilaksanakan.

"Yang sudah selesai itu baru pertandingan SMP, kalau yang SMA belum beres," ungkapnya.

Praktis, panitia langsung menghentikan pertandingan di lokasi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sebab bagian atap banyak yang bolong. Selain itu, di lokasi juga turun hujan yang membuat lantai menjadi licin dan rawan untuk pertandingan basket.

"Kalau misalnya cuaca panas mungkin dilanjutkan. Tapi karena hujan kita hentikan," jelas Doni.

Sementara itu, panitia berencana melanjutkan pertandingan namun digeser ke tempat lain. GOR Pajajaran yang letaknya tak jauh dari lokasi rencananya akan dipakai untuk menyelesaikan laga hari ini.

"Kita sudah negosiasi dengan pengela GOR Pajajaran. Kita rencananya mau melanjutkan pertandingan nanti sore," tuturnya.

Dengan memindahkan lokasi pertandingan, turnamen diharapkan selesai sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya. "Jadi semua pertandingan sisa akan diselesaikan hari ini," tandasnya.

Sumber : Bandung.detik.com

Tsunami Raksasa Berpotensi Hantam Jepang


PARA ilmuwan dari Jepang memperkirakan adanya potensi gempa bumi di lepas pantai selatan 'Negeri Matahari Terbit' itu. Berdasarkan estimasi para ilmuwan, area pantai Pasifik negara itu dapat diterjang tsunami lebih dari 34 meter (112 kaki).

Sebuah panel pemerintah mengatakan tsunami itu mungkin disebabkan gempa berkekuatan 9,0 skala Richter di palung Nankai yang berada di wilayah timur pulau utama Jepang, Honshu. Retakannya diprediksi memanjang hingga ke Pulau Kyushu di selatan.

Pada 2003, para ilmuwan telah memperkirakan adanya tsunami setinggi kurang dari 20 meter (66 kaki). Revisi tersebut dibuat berdasarkan penelitian terbaru terhadap gempa berkekuatan 9,0 skala Richter pada Maret 2011 yang menghancurkan pantai timur laut Jepang dan menewaskan sekitar 19 ribu orang.

Bencana dan krisis di Fukushima tahun lalu telah mendorong para ahli untuk mengkaji kesiap-siagaan bencana di Jepang. Hujanan kritik datang dari berbagai pihak atas kegagalan Jepang dalam memperhitungkan resiko bencana yang potensial.

Tsunami tahun lalu juga memutuskan aliran listrik di pabrik nuklir berusia 40 tahun sehingga mengarah ke bencana nuklir yang terburuk sejak Chernobyl pada 1986.

Revisi perkiraan tsunami dan gempa bumi Nankai mengatakan, Tokyo mungkin akan diterpa gelombang setinggi hingga 2,3 meter (7,6 kaki). Tapi seperti di kota pesisir Kuroshio, Pulau Shikoku, tsunami bisa mencapai 34 meter (112 kaki).

Pemodelan komputer revisi tersebut mengasumsikan air pasang diperkiraan mencapai yang tertinggi. (AP/MI/Wrt3)

Sumber : Metrotvnews

Hujan Angin Kencang Hantam Depok

Depok - Hujan es disertai angin kencang tidak hanya melanda sebagian Ibukota, Senin (2/4) sore.

Di Depok, Jawa Barat hal itu juga terjadi. Sebanyak 13 rumah rusak di Jalan Suaemi, RT 03/02, Kel. Duren Mekar, Kec. Bojong Sari.

Angin kencang yang menghantam pemukiman warga sebanyak dua kali. Amukan angin memporak-porandakkan tumbuhan pohon pisang, mangga, dan jambu yang sempat melumpuhkan akses jalan pemotongan Bojong Sari ke Pengasinan tersebut hingga lumpuh sementara.

Hanafi, 39, warga RT 02 yang rumahnya juga mengalami kerusakan juga selain Rozak, Mpo Isa, dan Mpo Acu yang mengalami kerusakan parah hingga atap rumah tersapu bersih terbawa angin kencang.Menurut Hanafi, angin kencang datang bersamaan dengan hujan es sekitar pukul 16.00. Angin sempat datang dua kali yang bertiup dari arah Selatan dan berlanjut bertiup kembali sangat kencang dari arah barat dan utara yang membuat pohon pada rubuh.

“Saya bersama keluarga sempat ngungsi pada saat kejadian ke rumah lain. Saking kencangnya angin juga merusak intalasi kabel listrik hingga terputus,” ujarnya kepada Poskota saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/4) pagi.

Namun sangat disesalkan Hanafi, karena pada saat kejadian tidak ada pegawai dari perangkat desa yang menyambang ke lokasi kejadian yang rumahnya hancur.

Tidak hanya itu saja, listrik yang padam yang menjadikan lingkungan menjadi gelap gulita yang dekat dengan situ pengasinan itu.

Terpaksa warga swadaya membuat ronda Siskamling untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sampai sekarang listrik masih padam. Belum ada tanggapan dari pemerintah. Listrik tidak ada maka kegiatan ekonomi terganggu apalagi bagi usaha yang membutuhkan listrik,”katanya yang berprofesi sebagai tukang ojek ini.

Sementara itu, Munasir, Ketua RT 02 mengatakan total rumah yang mengalami kerusakan ada 13 rumah, diantaranya 4 rumah mengalamikerusakan berat.

Sebanyak 30 Kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa memperbaiki dengan alat seadanya dulu supaya tidak kehujanan lagi.

“Kebanyakan kerusakan genteng rumah pada beterbangan. Dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut,”paparnya.

Menurut KH. H. Idris Abdul Somad, Wakil Walikota Depok bersama Muspika Bojong Sari melakukan tinjauan ke lokasi angin puting beliung dengan melihat rumah warga yang mengalami kerusakan pada pagi harinya.

“Pendataan masih kita lakukan untuk mengetahui kerugian yang diderita warga dalam musibah itu,”tandasnya.

Orang nomor dua di Depok tersebut, berjanji akan memberikan bantuan dana untuk memperbaiki keadaan infrastruktur yang ada. Termasuk rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah akan diberikan danabantuan.

“Kita berharap warga bersabar, karena kita masih berusaha untuk mengeluarkan dana perbaikan,” demikian.

Sumber : Warta News

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Tasikmalaya

Tasikmalaya: Sekitar 50 rumah di Desa Sukaresik, Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak diterjang angin puting beliung, Senin (2/4). Atap-atap rumah warga berterbangan. Bahkan pepohonan juga bertumbangan menimpa rumah warga.

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun sebuah kandang ayam roboh hingga rata dengan tanah. Ribuan ayam di dalamnya mati.
Sementara di Kampung Cikopo, Garut, Jabar, warga mulai berbenah setelah sedikitnya 81 rumah warga terkena dampak puting beliung, Ahad sore kemarin. Beberapa warga di antaranya membereskan pakaian dan perabotan yang masih bisa digunakan. Akibat kejadian ini kerugian yang diderita mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut tiga rumah di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Sedangkan 78 rumah mengalami kerusakan ringan.(AIS)

Sumber : Liputan6.com

Awas.... Ciliwung Siaga Banjir

Kondisi perumahan kumuh di bantaran sungai Ciliwung, Jakarta.
BOGOR - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor membuat ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa di Kota Bogor naik, Senin (2/4/2012) malam ini, memasuki posisi siaga IV banjir di daerah hilir seperti DKI Jakarta.
Menurut Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa, ketinggian air mendadak naik dari 20 sentimeter menjadi 80 sentimeter sekitar pukul 20.00. Hal ini disebabkan hujan deras juga terjadi di Puncak yang merupakan daerah tangkapan air Sungai Ciliwung.
"Tapi ini baru mulai turun menjadi 70 sentimeter, tetapi posisi masih tetap siaga IV banjir karena ketinggian air di atas 40 sentimeter," ujarnya.
Adapun air dari Bendung Katulampa diperkirakan baru akan mencapai DKI Jakarta berkisar 10-12 jam kemudian atau Selasa pagi besok.

Sumber : Kompas.com

Banjir di Pamulang, Warga Naik Perahu ke Rumah

Akibat hujan deras dari sore hingga malam, perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Pamulang Barat, Tangerang Selatan, mengalami kebanjiran, Senin (2/4/2012) malam.

TANGERANG SELATAN - Akibat hujan deras dari sore hingga malam, perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) di Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, mengalami kebanjiran, Senin (2/4/2012).
Banjir dimulai dari pintu masuk perumahan tersebut setinggi 10-15 sentimeter. Genangan air ini menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat. Warga perumahan BPI yang telah menjalankan aktivitasnya di luar rumah terpaksa pulang menuju rumah dengan naik perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan.
"Saya baru pulang kantor. Enggak bisa pulang kalau dari pintu masuk udah banjir setinggi ini, di tengah itu bisa sampai sepinggang. Takut juga karena kan gelap. Untung disediakan perahu karet," kata Ines salah satu warga.

Puluhan rumah warga di Blok A, B, dan C tergenang air. Banjir mulai dari semata kaki hingga hampir sepinggang orang dewasa. Sejumlah warga keluar rumah dan memarkirkan kendaraannya di Masjid Al-Muhajirin yang berada di tempat lebih tinggi.
Saat ini tim SAR dari BPBD Tangsel dan Ganespa diturunkan. Sebanyak lima perahu karet dioperasikan untuk menyisir perumahan warga yang tergenang air.

Sumber : Kompas.com

Angkot Terjun Bebas ke Jurang Flyover

Ilustrasi

JAKARTA -- Sebuah angkutan kota (angkot) KWK 19 jurusan Kampung Rambutan-Depok terjun ke dalam jurang sedalam lima meter di bawah jembatan Fly-Over Kampung Rambutan, di Jalan Supriyadi, Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jaktim, Senin (2/4/2021).
Satu orang penumpang dan sopir angkot hanya mengalami luka ringan dalam kejadian itu. Menurut Nanang Ismail (53) sang sopir yang membawa angkot bernopol B 2824 TP itu, ia menginjak pedal rem mendadak dan terpaksa banting stir ke kanan saat angkotnya diapit sebuah bus dari sisi kiri dan menyebabkan sang sopir tersudut ke sisi kanan jalan.
"Saya kaget karena angkot yang trayeknya sama di depan berhenti mendadak. Sementara di sisi kanan ada bus besar, mangkanya saya banting ke kiri dan langsung terjun ke jurang itu," ujar Nanang.
Alhasil angkot tersebut pun terjun ke dalam jurang sedalam lima meter dengan posisi terbalik. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghampiri angkot yang terjerembat dan menyelamatkan sopir beserta penumpang.
"Saya sempat diam di bagian depan. Penumpang di belakang saya juga tidak ada suaranya. Untung tidak lama kemudian warga datang mengeluarkan kami dari angkot tersebut," ucap Nanang.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi kejadian, ruas jalan di fly over tersebut memiliki pembatas jalan yang terlalu rendah di sisi kanannya. Padahal, dengan ruas jalan yang cukup lebar, sejumlah kendaraan yang melintasi kawasan tersebut biasa melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Sumber : Tribun News