SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TAGANA KABUPATEN KARAWANG

Berita TERBARU

Tampilkan postingan dengan label Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jabar. Tampilkan semua postingan

Drainase Buruk, Jalan Garut-Bandung Banjir

Drainase Buruk, Jalan Garut-Bandung Banjir
Banjir menutupi badan jalan raya Garut-Bandung di Kampung Kubang, Kecamatan Tarogong Kaler yang menjadi langganan setiap turun hujan. - inilah.com/Dani Wahyu Ramdani



Garut - Banjir menutupi badan jalan raya Garut-Bandung di Kampung Kubang, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, yang menjadi langganan setiap turun hujan, akibat drainase buruk sehingga tidak mampu menampung aliran air.

"Drainase tidak berfungsi dengan baik, ini sudah terjadi bertahun-tahun, jadi ketika hujan besar pasti selalu banjir," kata Sigit (30) warga Desa Pasawahan, Senin.
Terakhir terjadi banjir di badan jalan provinsi itu, kata Sigit, Minggu (8/4), hingga menjelang malam genangan air banjir tidak surut, menyebabkan kemacetan panjang di jalur itu.
Banjir bercampur lumpur tanah tersebut menutupi badan jalan setinggi lutut orang dewasa yang menyebabkan kendaraan sulit untuk melewati jalur itu.
"Terutama hari Sabtu dan Minggu terus ada banjir pasti macetnya panjang. Dan selama ini tidak ada penanggulangan yang benar dari pemerintah," kata Sigit.
Selain kurang berfungsinya drainase, menurut Sigit, Kampung Kubang merupakan daerah yang berada di dataran rendah dibandingkan kampung-kampung lainnya, sehingga menjadi limpahan air.
Sementara kondisi drainase dengan lebar berkisar 2 meter sepanjang jalan raya wilayah Desa Pasawahan, kata Sigit, terdapat beberapa titik sudah dangkal bahkan sudah tertutup tanah atau sampah.
Apabila kondisi drainase terus dibiarkan tidak ada upaya perbaikan oleh pemerintah, menurut Sigit, maka bencana banjir akan terus terjadi ketika turun hujan.
"Pemerintah harus segera mencari solusi mengatasi banjir, jangan sampai banjir meluas ke rumah warga," katanya.

Sumber : inilahjabar.com

Pemkot Sudah Lakukan Tangap Darurat Banjir Kosambi

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku telah menangani bencana banjir yang terjadi di Kosambi Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Rabu (4/4/2012).
Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku telah menangani bencana banjir yang terjadi di Kosambi Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Rabu (4/4/2012).

"Untuk tanggap darurat kami sudah menurunkan dinas terkait, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Kita juga meminta Camat untuk melakukan pendataan mengenai warga siapa saja yang paling parah terkena musibah ini," ujar Dada kepada wartawan seusai Sertijab Dirut PD Pasar Bermartabat di Ruang Serbaguna Pemkot Bandung, Kamis (5/4/2012).

Disinggung soal satu rumah yang ambrol, Dada akan mengusahakan untuk membantu mereka. "Yah bantuan pasti ada," ucapnya.

Dada menghimbau agar kesadaran masyarakat terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai. "Kesadaran harus muncul dari diri sendiri. Masyarakat di sana harus bisa meminimalisasi hal ini," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah terendam oleh banjir akibat luapan Sungai Cibunut di tiga RW Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung kemarin petang.

Akibat terjangan air sungai yang mengalir deras menyebabkan rumah milik Cucu roboh, bahkan isteri pemilik rumah, Ny Entin terbawa hanyut sejauh puluhan meter.

Beruntung nyawanya bisa terselamatkan oleh warga sekitar. Banjir yang disebabkan hujan turun dengan derasnya itu merendam ratusan rumah di beberapa RT pada 3 RW di antaranya RW 07,08 dan 09.

Sumber : inilahjabar.com 

Gelombang Laut Palabuhanratu Capai 3 Meter

Tinggi gelombang laut Palabuhanratu Sukabumi dari hasil perhitungan dan pemantauan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, mencapai tiga meter karena cuaca buruk. - ilustrasi
Sukabumi - Tinggi gelombang laut Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dari hasil perhitungan dan pemantauan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, mencapai tiga meter karena cuaca buruk.
"Curah hujan yag cukup tinggi menyebabkan tinggi gelombang laut di Palabuhanratu tinggi, karena terpengaruh kecepatan angin," kata Kepala PPN Palabuhanratu, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arief Rahman Lamatta, di Sukabumi, Selasa.

Dari pantauan PPNP, tinggi gelombang laut di luar Teluk Palabuhanratu mencapai tiga meter tetapi untuk di dalam teluk maksimal hanya 1,5 meter.

Tinggi gelombang ini dipengaruhi oleh kecepatan angin yang mencapai 15 knot/detik. Lebih lanjut, kondisi seperti ini akan terjadi diperkirakan sampai akhir April atau berakhirnya musim angin barat.

"Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada nelayan apabila kondisi cuaca buruk, maka lebih baik untuk tidak melaut dahulu sampai kondisi cuaca kembali membaik," tambahnya.

Namun, dikatakan Arief, saat ini sudah banyak nelayan yang melaut walaupun tinggi gelombang cukup tinggi karena menurutnya nelayan sudah mengetahui kapan waktu yang aman untuk melaut dan waktu yang tidak aman. Tetapi nelayan diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati.

"Dengan gelombang yang cukup tinggi ini bisa menyebabkan kecelakaan laut, jenis kapal yang sudah mulai melaut yakni jenis rumpon," kata Arief.

Sementara, sejak 2012, sudah terjadi tiga kasus nelayan hilang di perairan laut Sukabumi, terakhir lima orang nelayan Palabuhanratu hilang hampir satu bulan ini dan pencarian pun dihentikan.

Sumber : inilahjabar.com

Hujan Deras, 3 Rumah di Sukabumi Dihantam Longsor

Sebanyak tiga rumah rusak diterjang longsor tanah di Kampung Lebak Desa Pondok Kaso Landeuh Kecamatan Parung Kuda Kabupaten Sukabumi, Senin (2/4/2012) malam. - inilah.com/Budiyanto
Sukabumi - Sebanyak tiga rumah rusak diterjang longsor tanah di Kampung Lebak Desa Pondok Kaso Landeuh Kecamatan Parung Kuda Kabupaten Sukabumi, Senin (2/4/2012) malam.

Bahkan akibat longsor tersebut seorang wanita lanjut usia (lansia), Ratna (80) menderita patah tulang di kaki kanannya.

''Longsornya mengakibatkan tiga unit rumah rusak milik Endang, Yayang, dan Cece. Kini sebanyak 15 jiwa terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya yang terdekat,'' kata Ketua RT 28 Kampung Lebak Desa Pondok Kaso Landeuh Kecamatan Parung Kuda Juhardi kepada para wartawan, Selasa (3/4/2012).

Juhardi menjelaskan longsor terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu hujan turun dengan deras yang berlangsung beberapa jam. Lokasi rumah yang tertimpa longsor berada di bawah tebing tanah setinggi 15 meter.

''Lokasi permukiman warga memang berada tepat di bawah tebing tanah setinggi 15 meter. Kondisi ini menyebabkan rumah warga rawan terkena longsor ketika hujan deras melanda,'' jelasnya.[jul]

Sumber : inilahjabar.com 

Jalan Ambles, Desa Mekarjaya Terancam Terisolasi

Ruas jalan sepanjang hampir 150 meter yang menghubungkan Kampung Pasir Banen dengan Kampung Tegal Panjang Desa Mekarjaya, Mande, Cianjur ambles, Senin (2/4/2012) malam. - istimewa
Cianjur - Ruas jalan sepanjang hampir 150 meter yang menghubungkan Kampung Pasir Banen dengan Kampung Tegal Panjang Desa Mekarjaya Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur ambles dengan kedalaman mencapai lima meter bersamaan hujan deras, Senin (2/4/2012) malam.

Tak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja warga sekitar terancam terisolasi seandainya ruas jalan tak segera diperbaiki.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, amblesnya ruas jalan itu terjadi saat hujan deras sejak Senin (2/4/2012) petang hingga malam hari. Tebing di sepanjang jalan utama masyarakat sekitar itu ambruk ke badan jalan sehingga mengakibatkan jalan sepanjang hampir 150 meter ambles.

Sementara itu, di ruas jalan lainnya, longsoran tanah juga menutupi sepanjang hampir 20 meter. Akibat kejadian itu, akses jalan tak bisa dilalui.

Kepala Desa Mekarjaya Didin Rosidin (47) mengungkapkan ruas jalan penghubung dua kampung itu memang rawan tanah longsor mengingat di sepanjang jalan terdapat tebing. Peristiwa longsor kali ini dinilai paling parah.

“Kejadiannya saat hujan deras Senin malam kemarin dan tadi (kemarin) pagi. Ada dua titik ruas jalan yang tertimbun tanah longsor. Satu titik sepanjang hampir 150 meter ambles, sedangkan satu titik lagi sepanjang 20 meter tertutup longsoran tanah setinggi hampir 200 meter,” kata Didin kepada INILAH.COM di lokasi kejadian, Selasa (3/4/2012).

Menurut Didin, ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga Kampung Pasir Banen dan Tegal Panjang. Akibat bencana itu, warga harus memutar arah dengan jarak cukup jauh.

“Kayaknya memang harus segera dibuat jalan alternatif karena ruas jalan sangat potensial terjadi bencana longsor,” ujarnya.[jul]

Sumber : inilahjabar.com 

Atap GOR Disapu Angin Saat Pertandingan Basket

Bandung - Atap GOR Tri Lomba Juang yang berada di Jalan Pajajaran disapu angin puting beliung, Selasa (3/4/2012) siang. Saat kejadian, di lokasi tengah digelar pertandingan basket Turnamen Scorpio Cup.


Menurut panitia turnamen, Doni Sujana, saat kejadian ada tim yang sedang bertanding yakni tim putri SMAN 9 dan SMAN 5.

"Tapi kebetulan pas kejadian sedang istirahat, jadi tidak ada pemain yang terkena pecahan asbes (atap)," kata Doni saat ditemui di lokasi, Selasa (3/4/2012).

Menurutnya, hari ini merupakan babak semifinal dari turnamen tersebut. Harusnya, ada delapan pertandingan yang digelar. Namun baru empat pertandingan yang selesai dilaksanakan.

"Yang sudah selesai itu baru pertandingan SMP, kalau yang SMA belum beres," ungkapnya.

Praktis, panitia langsung menghentikan pertandingan di lokasi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sebab bagian atap banyak yang bolong. Selain itu, di lokasi juga turun hujan yang membuat lantai menjadi licin dan rawan untuk pertandingan basket.

"Kalau misalnya cuaca panas mungkin dilanjutkan. Tapi karena hujan kita hentikan," jelas Doni.

Sementara itu, panitia berencana melanjutkan pertandingan namun digeser ke tempat lain. GOR Pajajaran yang letaknya tak jauh dari lokasi rencananya akan dipakai untuk menyelesaikan laga hari ini.

"Kita sudah negosiasi dengan pengela GOR Pajajaran. Kita rencananya mau melanjutkan pertandingan nanti sore," tuturnya.

Dengan memindahkan lokasi pertandingan, turnamen diharapkan selesai sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya. "Jadi semua pertandingan sisa akan diselesaikan hari ini," tandasnya.

Sumber : Bandung.detik.com

Hujan Angin Kencang Hantam Depok

Depok - Hujan es disertai angin kencang tidak hanya melanda sebagian Ibukota, Senin (2/4) sore.

Di Depok, Jawa Barat hal itu juga terjadi. Sebanyak 13 rumah rusak di Jalan Suaemi, RT 03/02, Kel. Duren Mekar, Kec. Bojong Sari.

Angin kencang yang menghantam pemukiman warga sebanyak dua kali. Amukan angin memporak-porandakkan tumbuhan pohon pisang, mangga, dan jambu yang sempat melumpuhkan akses jalan pemotongan Bojong Sari ke Pengasinan tersebut hingga lumpuh sementara.

Hanafi, 39, warga RT 02 yang rumahnya juga mengalami kerusakan juga selain Rozak, Mpo Isa, dan Mpo Acu yang mengalami kerusakan parah hingga atap rumah tersapu bersih terbawa angin kencang.Menurut Hanafi, angin kencang datang bersamaan dengan hujan es sekitar pukul 16.00. Angin sempat datang dua kali yang bertiup dari arah Selatan dan berlanjut bertiup kembali sangat kencang dari arah barat dan utara yang membuat pohon pada rubuh.

“Saya bersama keluarga sempat ngungsi pada saat kejadian ke rumah lain. Saking kencangnya angin juga merusak intalasi kabel listrik hingga terputus,” ujarnya kepada Poskota saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/4) pagi.

Namun sangat disesalkan Hanafi, karena pada saat kejadian tidak ada pegawai dari perangkat desa yang menyambang ke lokasi kejadian yang rumahnya hancur.

Tidak hanya itu saja, listrik yang padam yang menjadikan lingkungan menjadi gelap gulita yang dekat dengan situ pengasinan itu.

Terpaksa warga swadaya membuat ronda Siskamling untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sampai sekarang listrik masih padam. Belum ada tanggapan dari pemerintah. Listrik tidak ada maka kegiatan ekonomi terganggu apalagi bagi usaha yang membutuhkan listrik,”katanya yang berprofesi sebagai tukang ojek ini.

Sementara itu, Munasir, Ketua RT 02 mengatakan total rumah yang mengalami kerusakan ada 13 rumah, diantaranya 4 rumah mengalamikerusakan berat.

Sebanyak 30 Kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa memperbaiki dengan alat seadanya dulu supaya tidak kehujanan lagi.

“Kebanyakan kerusakan genteng rumah pada beterbangan. Dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut,”paparnya.

Menurut KH. H. Idris Abdul Somad, Wakil Walikota Depok bersama Muspika Bojong Sari melakukan tinjauan ke lokasi angin puting beliung dengan melihat rumah warga yang mengalami kerusakan pada pagi harinya.

“Pendataan masih kita lakukan untuk mengetahui kerugian yang diderita warga dalam musibah itu,”tandasnya.

Orang nomor dua di Depok tersebut, berjanji akan memberikan bantuan dana untuk memperbaiki keadaan infrastruktur yang ada. Termasuk rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah akan diberikan danabantuan.

“Kita berharap warga bersabar, karena kita masih berusaha untuk mengeluarkan dana perbaikan,” demikian.

Sumber : Warta News

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Tasikmalaya

Tasikmalaya: Sekitar 50 rumah di Desa Sukaresik, Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak diterjang angin puting beliung, Senin (2/4). Atap-atap rumah warga berterbangan. Bahkan pepohonan juga bertumbangan menimpa rumah warga.

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun sebuah kandang ayam roboh hingga rata dengan tanah. Ribuan ayam di dalamnya mati.
Sementara di Kampung Cikopo, Garut, Jabar, warga mulai berbenah setelah sedikitnya 81 rumah warga terkena dampak puting beliung, Ahad sore kemarin. Beberapa warga di antaranya membereskan pakaian dan perabotan yang masih bisa digunakan. Akibat kejadian ini kerugian yang diderita mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut tiga rumah di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Sedangkan 78 rumah mengalami kerusakan ringan.(AIS)

Sumber : Liputan6.com