SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TAGANA KABUPATEN KARAWANG

Berita TERBARU

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Para Relawan Sumber Inspirasi

BENCANA gempa dan tsunami telah meluluhlantakkan Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat. Gelombang panas pun membumihanguskan daerah sekitar letusan Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Dua bencana yang datang hampir bersamaan pada akhir Oktober itu tentu saja membutuhkan ikhtiar, biaya, tenaga, dan komitmen yang luar biasa untuk menyelamatkan korban.

Pekerjaan yang amat besar itu dilakukan banyak pihak, terutama para relawan. Mereka masih dan terus berjuang keras menyelamatkan para korban di tengah ancaman serangan awan panas, atau di tengah alam yang tidak bersahabat.

Mereka melakukan tugas agung kemanusiaan, menolong sesama. Mereka berusaha sekuat tenaga agar orang lain--yang mereka tidak kenal sebelumnya--terselamatkan. Inilah anak bangsa yang mencintai sesama manusia melebihi diri sendiri.

Mereka selalu mendahului pejabat berada di daerah bencana. Pada saat pejabat melarikan diri dari daerah bencana untuk melancong ke luar negeri dengan alasan memenuhi undangan duta besar, para relawan tetap betah berada bersama korban.

Tidak sulit menemukan relawan di daerah bencana, sekalipun mereka tidak memamerkan atribut. Itulah yang membedakan relawan dengan partai politik. Pada saat relawan berlomba-lomba menolong sesama, partai politik justru berlomba-lomba memasang bendera partai.

Harus jujur diakui, para relawan lincah bergerak di daerah bencana karena mereka tidak disandera birokrasi. Pada saat pemerintah pusat dan pemerintah daerah linglung bekerja karena tidak punya standard operating procedure (SOP) penanggulangan bencana, para relawan justru menjadikan nurani sebagai standar.

Salut untuk relawan. Meski demikian, tanpa mengurangi rasa hormat, para relawan perlu membenahi dan membekali diri. Tidak sedikit pula ditemukan relawan yang tidak bisa bekerja karena tidak mempunyai kemampuan teknis. Bahkan, sangat memilukan, ada pula relawan yang ikut menjadi korban.

Modal semangat dan hati nurani saja tidak cukup. Para relawan harus memiliki pengetahuan mengenai bencana dan koordinasi yang baik.

Tentu, adalah penting para relawan mempelajari dulu seluk-beluk daerah bencana. Meminjam nasihat Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, "Kalau relawan takut ombak, ya jangan ke Mentawai. Kalau takut panas, ya jangan ke Merapi."

Keberadaan relawan pun diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi korban bencana. Bahwa warga bisa membantu diri sendiri tanpa menggantungkan sepenuhnya nasib kepada negara. Apalagi negara sering absen di daerah bencana.

Tak hanya kepada relawan, apresiasi pun harus dilayangkan kepada para dermawan, yang tersentuh hatinya dan membuka dompet secara sukarela untuk menyelamatkan korban.

Diposting oleh : www.mediaindonesia.com
Arti Lambang

* Bingkai berbentuk Burung Hantu berwarna merah bermakna Perisai
  Kesiagapan.
* Warna hitam bermakna ketermarjinalan
* Lingkaran Merah bermakna keberanian
* Lingkaran Putih bermakna keyakinan
* Empat penjuru mata angin putih dan biru bermakna memberi
  pertolongan untuk sesama
  berdasarkan ketuhanan tanpa perbedaan
* Gambar pena warna orange empat penjuru bermakna kecerdasan
  (smart)
* Gambar segitiga berwarna orange adalah lambang 
  penganggulangan bencana dunia
* Lingkaran Merah didalah adalah bendera Indonesia
* Tulisan Sigap Tanggap bermakna ketepatan bertindak dengan
  sikap bijak

Jadi makna lambang TAGANA adalah "Bersikap siaga untuk menghadapi masalah-masalah ketermarjinalan berdasarkan kaidah-kaidah penanggulangan bencana untuk menolong sesama dengan cara-cara yang tepat, cerdas dan bijaksana yang dilakukan secara ikhlas dan sukarela berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".

Arti Lambang Kecakapan 

 

SATGAS POSKO PB
* Bingkai Segitiga dengan kerucut bermakna kepekaan terhadap
  situasi bencana yang terjadi pada saat itu.
* Warna Hihau melambangkan kondisi normal.
* Warna Merah melambangkan kondisi abnormal (luar biasa).
* Warna Putih dalam lingkaran bermakna kenetralan.
* Gambar Kilat berwarna merah bermakna kecepatan bertindak untuk 
  suatu keadaan darurat. * Warna Kuning dengan tulisan Satgas Posko PB bermakna   
  kesiapsiagaan.



 TIM REAKSI CEPAT
* Bingkai Oval bermakna lentur/kenyal, artinya TRC bersigat
  fleksibel.
* Gambar Segitiga berwarna orange ditengah adalah lambang
  penanggulangan bencana dunia.
* Lingkaran Merah Putih adalah bendera Indonesia.
* Lingkaran hitam dengan tulisan Penanggulangan Bencana
  Indonesia
  bermakna suasana kelam karena suatu bencana.
* Lingkaran Merah, Kuning dan Hijau adalah fase tanggap darurat,
  kesiagapan dan rehabilitasi
* Warna Biru dominan ditengah lingkaran bermakna misi yang
  diemban
  TRC adalah Humanisme/Kemanusiaan.
* Gambar 8 anak panah bermakna 8 unsur pengkajian yaitu :
  persiapan, Pengumpulan data, identifikasi, interpresentasi, analisis,
  prakiraan, pelaporan dan  monitoring

 
SATGAS LOGISTIK
* Bingkai Segitiga adalah lambang Penanggulangan Bencana Dunia.
* Garis Biru pada 8 titik bermakna penopang, artinya logistik sangat 
   diperlukan untuk menopang seluruh aktivitas penanggulangan
   bencana.
* Guci berwarna biru bermakna tempat menimpan segala potensi dan
   sumber-sumber bantuan.
* Gambar bintang berwarna putih bermakna secercah harapan untuk
   menolong sesama.


 SATGAS RESCUE
* Warna Dasar Merah adalah bermakna konsisi darurat atau bahaya
* dengan tulisan putih "RESCUE" yang bermakna pertolongan bagi  
  sesama tanpa diskriminasi (Netral).






SATGAS PELAYANAN SOSIAL KEMANUSIAAN (HUMANITARIAN)
* Warna dasar lambang adalah putih yang bermakna
  ketulusan/keikhlasan.
* Warna Cakra vertikal dan horizontal adalah biru yang bermakna
  Kemanusiaan (Humanisme).
* Warna Biru pada garis pinggir segi empat bermakna perlindungan
  (Protected).


  GUGUS TUGAS PENANGGULANGAN BENCANA BIDANG BANTUAN SOSIAL
* Segitiga berwarna Orange ditengah adalah lambang
   Penanggulangan Bencana Dunia (Internasional).
* Warna dasar Putih ditengah adalah bermakna kenetralan
* Warna merah berbentuk lingkaran dibagian paling dalam adalah
  bermakna responsif aktif untuk segala situasi bencana
* Lingkaran berwarna merah putih adalah bermakna Bendera Negara
  Kesatuan Republik Indonesia
* Lingkaran luar berwarna hitam dengan tulisan Penanggulangan
  Bencana Indonesia adalah bermakna ikatan
Mars Tagana

Marilah Taruna Indonesia
Marilah semangat jiwa raga
Kita tolong Mereka, Yang tertimpa bencana
Selamatkanlah bangsa ( I )

Marilah taruna Indonesia
Yang tergabung dengan TAGANA
Taruna Siaga Bencana
Siap membantu Negara
Demi kesejahteraan bangsa ( II )

Reff I :

Tagana, Tagana, Taruna Siaga Bencana

Pantang menyerah………
Dalam suka dalam duka kita selalu bersama
Di bawah panji TAGANA

Reff II:
Back to ( II )
Tagana, Tagana, Taruna Siaga Bencana
Pantang menyerah………
Dalam suka dalam duka kita selalu bersama
Di bawah panji TAGANA (2X)
Di bawah panji TAGANA
Tsunami

Tsunami (bahasa Jepang: 津波; secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Gelombang tersebut bergerak pada kelajuan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi di laut dalam, tetapi meningkat ketinggian hingga mencapai 30 meter atau lebih di daerah pantai. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Kebanyakan kota di sekitar Samudra Pasifik, terutama di Jepang juga di Hawaii, mempunyai sistem peringatan dan prosedur pengungsian sekiranya tsunami diramalkan akan terjadi. Tsunami akan diamati oleh pelbagai institusi seismologi sekeliling dunia dan perkembangannya dipantau melalui satelit.
Bukti menunjukkan tidak mustahil terjadinya megatsunami, yang menyebabkan beberapa pulau tenggelam.

Penyebab terjadinya tsunami



Skema terjadinya tsunamiTsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.


Syarat terjadinya tsunami akibat gempa
Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Sistem Peringatan Dini Banyak kota-kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan juga Hawaii, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian tsunami. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui perangkat yang ada di dasar atu permukaan laut yang terknoneksi dengansatelit.
Perekam tekanan di dasar laut bersama-sama denganperangkat yang mengapung di laut buoy, dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh pengamat manusia pada laut dalam. Sistem sederhana yang pertama kali digunakan untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawai pada tahun 1920-an. Kemudian, sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960. Amerika serikat membuat Pasific Tsunami Warning Center pada tahun 1949, dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional pada tahun 1965.
Salah satu sistem untuk menyediakan peringatan dini tsunami, CREST Project, dipasang di pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, dan Hawai oleh USGS, NOAA, dan Pacific Northwest Seismograph Network, serta oleh tiga jaringan seismik universitas.
Hingga kini, ilmu tentang tsunami sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum diketahui dengan pasti. Episenter dari sebuah gempa bawah laut dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di daerah sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu sampai di pantai, berapa ketinggian tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan. Walaupun begitu, karena faktor alamiah, seperti kompleksitas topografi dan batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan, bangunan, dll), perkiraan waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak rendaman tsunami masih belum bisa dimodelkan secara akurat.



Sistem Peringatan Dini Tsunami di IndonesiaIndonesia saat ini sedang melakukan pekerjaan pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah kerjasama dengan negara Jerman. Proyek ini bernama GITEWS (German Indonesia Tsunami Early Warning System). Ada 3 pilot area yang dipilih untuk pelaksanaan proyek ini yaitu Kota Padang, Jawa Tengah (Cilacap, Kebumen dan Bantul) serta Bali (Kab. Badung).
Pengembangang Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak dan instansi-instansi pemerintah. Sebagai koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian RISTEK (Riset dan Teknologi). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika)
Tujuan utama pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini adalah untuk terciptanya sebuag sistem yang dapat menginformasikan serta memperingatkan masyarakat luas apabila terjadi suatu Gempa yang berpotensi Tsunami DALAM WAKTU SESINGKAT SINGKATNYA agar kerugian Nyawa dan Materi dapat dihindarkan semaksimal mungkin.



Cara KerjaSebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan banyak pihak secara internasional, regional, nasional, daerah dan bermuara di Masyarakat.
Apabila terjadi suatu Gempa, maka kejadian tersebut dicatat oleh alat Seismograf (pencatat gempa). Dilautan, peralatan-peralatan elektronis juga mencatat serta merekam data-data dasar serta permukaan laut. Data-data tersebut kemudian dikirim melalui Satelit kekantor-kantor yang berwenang (untuk Indonesia bernama BMG). Selanjutnya BMG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio yang mempunyai fasilitas RDS/Radio Data System) dan melalui Website BMG (www.bmg.go.id). Apabila gempa tersebut telah memenuhi syarat atau kondisi terjadinya Tsunami, maka BMG akan mengeluarkan peringatan Awas Tsunami. Artinya, gempa tersebut berpotensi untuk menimbulkan Tsunami. Untuk jenis Peringatan ini maka, pemerintah mengeluarkan isu evakuasi. Untuk kategori Awas Tsunami ini, Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan untuk membunyikan SIRENE yang berarti Lakukan Evakuasi ! Peringatan Awas Tsunami ini juga akan secara otomotis ditampilkan melalui Mass Media Elektronik TV dan Radio.
Pengalaman serta banyak kejadian dilapangan membuktikan bahwa meskipun banyak peralatan canggih yang digunakan, tetapi alat yang paling efektif hingga saat ini untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah RADIO. Oleh sebab itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawan Tsunami diminta untuk selalu siaga mempersiapkan RADIO FM untuk mendengarkan berita peringatan dini Tsunami. Alat lainnya yang juga dikenal ampuh adalah Radio Komunikasi Antar Penduduk. Organisasi yang mengurusnya adalah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Mengapa Radio ? jawabannya sederhana, karena ketika gempa seringkali mati lampu tidak ada listrik. Radio dapat beroperasi dengan baterai. Selain itu karena ukurannya kecil, dapat dibawa-bawa (mobile). Radius komunikasinyapun relatif cukup memadai.


Kesimpulan dan saran

Jika tsunami datang
Jangan panik
Jangan menjadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang berbahaya
Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi
Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang di sekitar turut serta. Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut. Jika Anda sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat
Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan
Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building), gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3).
Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan anda bebas dan tidak membawa apa-apa

Sesudah tsunami
Ketika kembali ke rumah, jangan lupa memeriksa kerabat satu-persatu
Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
Hindari instalasi listrik
Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan kerja sama degan warga sekitar
Bersiaplah untuk kembali ke kehidupan yang normal

Tsunami dalam sejarah
1 November 1755 - Tsunami menghancurkan Lisboa, ibu kota Portugal, dan menelan 60.000 korban jiwa.
1883 - Pada tanggal 26 Agustus, letusan gunung Krakatau dan tsunami menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
2004 - Pada tanggal 25-26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Ketinggian tsunami 35 m,
2006 - 17 Juli, Gempa yang menyebabkan tsunami terjadi di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang.
2007 - 12 September, Bengkulu, M8.4, Memakan korban jiwa 3 orang. Ketinggian tsunami 3-4 m.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami
Longsor

Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:

erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam
lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah
gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
getaran dari mesin, lalu lintas, pengunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor
 Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba. Penyebab Terjadinya Gempa Bumi      Proses tektonik akibat pergerakan kulit / lempeng bumi     Aktivitas sesar di permukaan bumi     Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah     Aktivitas gunung api     Ledakan nuklir  Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya. Gejala dan Peringatan Dini      Kejadian mendadak/secara tiba-tiba     Belum ada metode pendugaan secara akurat  Tips Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.      Di dalam rumahGetaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.     Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.     Di sekolahBerlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.     Di luar rumahLindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.     Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mallJangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.     Di dalam liftJangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.     Di kereta apiBerpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.     Di dalam mobilSaat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.     Di gunung/pantai     Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.     Beri pertolongan     Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.     Dengarkan informasiSaat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.  Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi      Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.     Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.     Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.     Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.     Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.     Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.     Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.     Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.     Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.     Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.     Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.     Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.     Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.

Sumber : Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set BAKORNAS PBP dan Gempa bumi dan Tsunami, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.
Banjir

Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.
Penyebab Utama

Hujan monsun dapat mengakibatkan banjir besar di negara-negara yang terletak di dekat khatulistiwa seperti Bangladesh, karena panjangnya musim hujan di sana.
Badai juga dapat menyebabkan banjir melalui beberapa cara, di antaranya melalui ombak besar yang tingginya bisa mencapai 8 meter. Selain itu badai juga adanya presipitasi yang dikaitkan dengan peristiwa badai. Mata badai mempunyai tekanan yang sangat rendah, jadi ketinggian laut dapat naik beberapa meter pada mata guntur. Banjir pesisir seperti ini sering terjadi di Bangladesh.
Gempa bumi dasar laut maupun letusan pulau gunung berapi yang membentuk kawah (seperti Thera atau Krakatau) dapat memicu terjadinya gelombang besar yang disebut tsunami yang menyebabkan banjir pada daerah pesisir pantai.

Banjir besar pada masa prasejarah
Pada masa prasejarah, beberapa banjir besar diperkirakan pernah terjadi berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, termasuk:
Pembanjiran Laut Mediterania (Laut Tengah) sekitar 6 juta tahun lalu. Sebelumnya ia merupakan sebuah padang pasir setelah pergerakan kontinental telah menutup Selat Gibraltar (antara 8 atau 5.5 juta tahun lalu).
Penbanjiran Laut Hitam yang disebabkan meningkatnya ketinggian Laut Mediterania seiring berakhirnya zaman es terkhir (sekitar 5600 SM).
Seiring berakhirnya zaman es di Amerika Utara, sebuah banjir besar terjadi karena pecahnya bendungan es yang menahan Danau Agassiz.
Banjir Missoula di Washington, juga karena pecahnya bendungan es.
Banjir Bandang
Banjir Bandang adalah banjir di daerah di permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba. Banjir bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba-tiba.dan mengancam kita semua maka kita harus menjaga kelestarian di alam kita ini maka dari pada itu harus menjaga nya.

Kasus di Indonesia
Contoh banjir bandang besar yang terjadi tak lama ini di Indonesia adalah di banjir di Bukit Lawang pada November 2003, di mana sedikitnya 80 orang tewas dalam kejadian tersebut dan banyak fasilitas pariwisata yang rusak akibat kejadian itu.
Pada 1 Januari 2006 banjir bandang ini terjadi di Jember yang menewaskan 59 orang.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir